A.
SENI RUPA TRADISIONAL
Seni
tradisional adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam
suatu kaum/puak/suku/bangsa tertentu. Seni tradisional yang ada di suatu daerah
berbeda dengan yang ada di daerah lain, meski pun tidak menutup kemungkinan
adanya seni tradisional yang mirip antara dua daerah yang berdekatan. Seni tradisional dibuat utamanya untuk
kegunaan, lebih dari estetika. Seni tradisional biasanya hanya mengacu pada
suatu kebudayaan tertentu dan berbeda antara satu dengan yang lain, walaupun
terkadang bisa sama karena pengaruh kebudayaan. Keragaman lokasi geografis dan
keragaman jenis seni tradisional tidak memungkinkan untuk mendeskripsikannya
secara keseluruhan.
Contoh :
ü
Wayang
kulit,
ü
wayang
golek,
ü
wayang
beber,
ü
ornamen pada
rumah-rumah tradisional di tiap daerah,
ü
batik,
ü songket, dan lain-lain.
Ciri khusus :
·
Bersifat distinktif,
antara kebudayaan satu dengan yang lain berbeda
·
Mengutamakan
kegunaan, lebih dari estetika
·
Dianggap naïf karena
tidak mengindahkan kaidah seni
·
Bersifat impulsif,
hanya spontanitas saja
·
Tidak terpengaruh
aliran dalam akademisi dan ruang lingkup seni murni
Konsep
Dalam seni rupa tradisional dan seni rupa modern terdapat
perbedaan yang signifikan. Namun masih terdapat beberapa persamaan baik berupa gaagsan, corak, gaya, media, dan
teknik.
Perbedaan yang dapat kita amati secara langsung adalah
dalam segi penciptaan karya seni tersebut Pada seni rupa tradisional, dalam hal
penciptaan karya seninya lebih terikat dan harus mematuhi
aturan yang ada. Dalam kata lain karya seni tradisional hanya semata-mata untuk
kepentigan sosioreligi. Karya seni tradisional bisa di simpulkan masih terikat
pada kebudayaan di sekitarnya.
Corak
Di bawah ini
merupakan contoh corak karya seni rupa tradisional dalam bentuk batik. Dimana
corak karya seni rupa tradisional selalu berkaitan pada maksud tertentu yang
dikaitkan dengan fungsi , khususnya symbol-simbol ini digunakan sebagai cara
untuk menginterpretasikan keberadaan alam dari atas dan bawah. Corak karya seni
rupa tradisional juga mengajarkan tentang keindahan visual dan kepuasan
pribadi.
![]() |
B.
SENI RUPA
MODERN
Seni rupa
modern adalah seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan suatu adat atau
daerah, namun tetap berdasarkan sebuah filosofi dan aliran-aliran seni rupa. Hasil
karya ini lahir bukan karena didorong oleh hasrat memenuhi kebutuhan hidup
manusia yang paling pokok, melainkan oleh kebutuhan spiritualnya, untuk
melengkapi dan menyempurnakan derajat kemanusiaannya.
Contoh :
ü
Lukisan-lukisan
karya Raden Saleh Syarif Bustaman,
ü
Basuki
Abdullah, Affandi, S.Soedjojono dan pelukis era modern lainnya.
Ciri-ciri
seni modern :
·
Minimalis
·
Rasionalitas/Rationality
·
Dominant
bentuk-bentuk geometris
·
Tidak ada unsur
ornament
·
Univeesal
·
Fungsionalitas
diprioritaskan
·
Orisinalitas/kemurnian/purity
·
Penguatan dalam
konsep
·
Kreativitas
·
Memutus hubungan
dengan sejarah
Unsur-unsur Modern :
·
Eksperimen
·
Pembaruan (Inovation)
·
Kebaruan (Novelty)
·
Orisinalitas
Konsep
Setiap karya seni modern selalu disertakan nama senimannya tersebut. Karya seni modern cenderung
mengedepankan kesederhanaan dan bersifat universal. Seorang seniman modern akan melihat dunia yang
sedang dihadapinya sebagai objek lukisan seolah-olah seperti baru saja objek
itu diciptakan. Satu syarat yang masih dituntut oleh seni modern dan bahkan
menjadi ciri khasnya ialah “kreativitas”.
Corak
![]() |
Di atas ini merupakan contoh corak-corak karya seni rupa modern dalam
bentuk lukisan. Dimana corak karya seni rupa modern tidak dipengaruhi oleh
hal-hal seperti corak karya seni rupa tradisional, dia bisa tampil dengan
berbagai corak dan gaya sebagai tujuannya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan
ekspresi si seniman. Selain itu corak karya seni rupa modern juga bisa
menghubungkan aspek-aspek pengetahuan kekinian misalnya sains, sosial,
matematik selain juga keahlian berkarya.
C.
FUNGSI DAN TUJUAN
SENI MODERN
Memberi
warna baru terhadap kebutuhan manusia baik secara fisik maupun psikis
Fisik :
Munculnya bentuk-bentuk desain arsitektur yang baru dan desain-desain lainnya seperti alat-alat transportasi, fashion dl.
Psikis:
·
Mengurangi kejenuhan
penikmat karya seni, karena muncul berbagai aliran baru seperti pada seni
lukis dan cabang seni lainnya.
·
Meningkatkan popularitas
para seniman, karena seni modern selalu menyertakan nama senimannya pada
setiap karya yang diciptakan.
·
Memberikan kemudahan
masyarakat, karena banyak penemuan-penemuan baru dari hasil eksperimen para
seniman modern.
D.
PERBEDAAN SENI RUPA TRADISIONAL DAN MODERN
ü
Tradisional
?
Menggunakan alat – alat tradisional
?
Hasil seninya lebih alami
?
Selalu berkaitan pada pakem - pakem tertentu
yang dikaitakan dengan fungsi (khususnya
simbol –simbol sebagai interprestasi dari keberadaan alam atas dan bawah)
ü
Penciptaannya selalu berdasarkan filosofi sebuah
aktivitas dalam suatu budaya, bias berupa aktivitas religious maupun seremonial.
ü
Fungsi seni rupa tersebut semata – mata mengambil
keindahan dari seni rupa tersebut.
ü
Modern
?
Menggunakan alat – alat modern
?
Hasil seninya tidak alami
?
Terbebas dari pakem – pakem tertentu, bias tamoil
dengan berbagai corak dan gaya sebagai pemenuhan kebutuhan ekspresi si seniman.
ü
Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah
filosofi, tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas.
ü
Modern itu bias diapresiasikan dengan yang lain.


